Date: 1/1/2008
Cerita Tentang Seekor Anak Kerang
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pd bangsa kerang sebuah tanganpun sehingga ibu tidak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tau anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kauperbuat." kata ibunya dengan sendu dan lembut ~~~ Anak kerangpun melakukan nasihat ibunya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang ditengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun tahun lamanya. Tetapi, tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakitpun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin membesar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.
~~~ Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahalpun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Kini dirinya sebagai hasil derita bertahun tahun,lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus dipinggir jalan. {unknown}
Blogs
Main